Sesungguhnya St. Simon The Tanner bukanlah berasal dari gereja sampah  atau seorang rabi saat itu  atau bukan juga pengelola Gereja Sampah. Nama tersebut hanya di  dedikasikan kepada St. Simon The Tanner sehubungan dengan ceritera mujizat terangkatnya bukit Muquattam, dimana Abraham Suriah Paus Koptik saat itu diminta untuk membuktikan kebenaran bagian Alkitab [Matius 17:20].

Karena Abraham meminta waktu tiga hari untuk pembuktian tersebut maka ia mengkompilasi sekelompok biarawan, imam dan tua-tua untuk bersamanya selama tiga hari  tinggal di gereja untuk penebusan dosa. Pada pagi hari ketiga, saat Abraham berdoa di Gereja Perawan Suci Al-Mu’allaqa (Gereja Gantung), ia melihat Perawan Suci dan menyuruhnya pergi ke pasar besar serta berkata: “Engkau akan menemukan seorang pria bermata satu dan di bahunya membawa sebotol penuh air. Engkau harus memintanya untuk menyelesaikan apa yang dituntut daripadamu, karena ditangannya keajaiban akan terwujud.”

Abraham mendengarkan Perawan Suci dan segera pergi ke pasar dimana ia akan bertemu dengan pria itu.  Pria yang dimaksud adalah St. Simon The Tanner, yang telah dicabut matanya karena bagian Alkitab [Matius 5:29-30]. Pada saat itu, kebanyakan dari orang-orang Koptik (Kristen) di Mesir adalah pengrajin. Termasuk juga St. Simon yang bekerja di salah satu kerajinan penyamakan kulit (pembuatan sepatu) yang ada di Babel (Old Cairo). Kerajinan tersebut masih dikenal disana sampai hari ini.

Setelah menceriterakan maksud dan tujuannya maka Simeon (St Simon The Tanner) mengatakan kepada Abraham untuk pergi dengan para imam dan semua umat-Nya ke gunung  Muquattam, juga bersama mereka yang meminta Abraham untuk membuktikan bagian Alkitab [Matius 17:20].  Simeon juga meminta Abraham untuk menangis dan berdoa mengucapkan kalimat “Ya Tuhan, kasihanilah” sebanyak tiga kali, serta membuat tanda salib diatas gunung tersebut. Abraham mengikuti seluruh apa yang diminta oleh Simeon dan Bukit Mokattam pun terangkat dan bergeser. Setelah mukjizat dilakukan segeralah Abraham teringat akan Simeon dan ketika Abraham mencari St. Simon The Tanner, ia telah menghilang dan tak seorang pun bisa menemukannya. Baru kemudian selama tahun 1989-1991, para pendeta Koptik dan para arkeolog mencari peninggalan dari St. Simon si penyamak kulit dan kerangkanya ditemukan di Gereja St Maria (Gereja Gantung). Ditemukan pada tanggal 4 Agustus 1991, tepat satu meter di bawah permukaan gereja.

Dalam gereja dimana kerangka St. Simon ditemukan juga terdapat sebuah lukisan yang menggambarkan Paus Koptik Abraham dan seorang lainnya yang berkepala botak membawa dua botol air untuk menyamak. Sosok tersebut kemungkinan terbesar adalah St. Simon The Tanner karena ia dikenal sebagai pembawa wadah (jar)  untuk masyarakat miskin. Wadah air (Jar) juga ditemukan dalam gereja yang tertera tanggal  lebih dari seribu tahun dan diyakini sebagai wadah (jar) air tanah liat yang digunakan oleh St. Simon Tanner untuk membawa air bagi masyarakat miskin. Jar itu saat ini disimpan di Gereja Saint Simon di bukit Muquattam yang saat ini dikenal sebagai Gereja Sampah.