Saya bersyukur kepada Tuhan bahwa saya diberi kesempatan untuk ikut dalam perjalanan Ziarah ke Tanah Suci. Ketika saya sakit parah, anak saya Siska berdoa dan bernazar kepada Tuhan. Kalau Mama saya sembuh, saya akan bawa Ziarah ke Tanah Suci. Doanya dikabulkan Tuhan. Saya berangsur-angsur sembuh sedangkan anak saya sendiri juga sakit, saraf lehernya terjepit dan harus memakai penyangga leher.

Pada saat keberangkatan kami belum 100% sembuh. Tapi kami berdoa agar kami diberi kesehatan yang baik dan tidak terjadi apa-apa yang mungkin bisa merepotkan orang lain. Sungguh luar biasa Tuhan itu baik, kami dalam perjalanan sehat.

Hari pertama ketika sampai di Cairo saya tidak akan lupa seumur hidup dan sangat berterima kasih kepada Christour, yang telah memberikan surprise merayakan hari ulang tahun yang ke 72 tepat tanggal 19 Oktober hari lahir saya. Saya percaya bahwa Tuhan berkarya lewat Christour dan itu adalah hadiah yang terindah bagi saya.

Dalam perjalanan Ziarah kami dari awal hingga akhir, Tuhan memberikan kesehatan yang baik bagi kami juga kepada peserta lain. Hingga saya yang sakit jantung, kaki dan sakit kepala hilang semua. Begitu juga dengan anak saya Siska yang tidak lagi memakai penyangga leher tidak apa-apa, ketika sampai di Gunung Sinai saya tidak ikut naik karena punya penyakit jantung tidak diperbolehkan, tetapi saya tidak kecewa karena kami menginap di Hotel dibawah kaki Gunung Sinai. Sama-sama Gunung Sinai itu sudah cukup.

Dengan megikuti Napak Tilas Yesus dari Taman Zaitun, tempat penyiksaan Yesus sampai ke Golgota kita dapat merenungkan penderitaan dan pengorbananNya. Itu semua dilakukan bagi kita orang berdosa. Dan kita tidak dapat berbuat apa-apa untuk menebus dosa kita, seharusnya kita yang menanggungnya tapi Yesus adalah Allah yang Maha Rahim, dan Maha Pengasih yang mau menderita untuk kita. Maka sebagai orang beriman kita harus percaya bahwa Yesus adalah Juru Selamat kita. Berdoa dengan percaya kepada Yesus segala yang kita hadapi dapat berubah, masalah-masalah maupun sakit penyakit seperti yang saya alami.

Apa yang disabdakanNya dalam Markus 9:23 “Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya”. Selama perjalanan dari awal hingga akhir kita memperoleh kekuatan dengan Santapan Rohani menyambut Tubuh Kristus. Para Peserta yang berbeda suku + 2 orang Romo dipersatukan sebagai satu keluarga. Kebersamaan kami selama 11 hari yang banyak cerita dan berkesan. Itulah sedikit pengalaman saya yang dapat dibagikan dalam perjalanan Ziarah ke Mesir + Tanah Suci +Petra (11 Hari tanggal 18 Oktober – 28 Oktober 2013). Bagi mereka yang ingin Ziarah bergabunglah dengan Christour. Semoga Christour selalu diberkati dalam Pelayanannya, Amin.

Bogor, 04 November 2013

Salam Kasih,
Jeane Lucianawati
Maria Fransiska