Suasana Natal di Vatikan sangat khidmat, tapi kenapa harus ngantri segala??

Perayaan Hari Raya Natal memang sangat ditunggu oleh umat Kristen di seluruh dunia. Bahkan perayaan tersebut makin terasa meriah, namun tetap khidmat bagi yang ikut merayakannya di Vatikan, kota suci umat Khatolik. Soalnya, ribuan orang berbondong-bondong datang ke sana buat mendengarkan Misa Natal dari Paus Benediktus XXVI, yang merupakan Uskup Roma, pemimpin spiritual Gereja Khatolik seluruh dunia.
Menjelang perayaan Natal, biasanya mereka berbondong-bondong masuk ke kota Roma, Italia. Karena disitulah Vatikan berada, sebuah kota yang memiliki kekuasaan sendiri seperti sebuah negara berada. Kota yang memiliki luas sekitar 0,44 Km ini dihuni oleh paus & para rohaniawan tersebut dikelilingi oleh tembok kota yang berbatasan dengan Roma. Meskipun penduduknya kurang dari 900 orang, namun pada saat perayaan hari besar Khatolik termasuk Natal, kota ini akan penuk sesak didatangi banyak orang. Termasuk turis yang sekadar melihat-lihat.

Biasanya, suasana kota Vatikan akan lebih ramai dari biasanya menjelang perayaan Natal, mulai awal Desember. Turis yang datang pun meningkat, karena ingin ikut merayakan Natal di tempat bersejarah tersebut. Menjelang Hari-H, setiap Minggu pagi memang diadakan Misa pagi di lapangan Basilica Santo Petrus yang cukup luas. Orang-orang berkumpul menghadap gereja yang berbentuk oval. Mereka berdoa & menyanyikan puji-pujian.

Suasana lapangan semakin padat ketika sampai pada Hari-H, tepatnya tanggal 24 Desember menjelang tengah malam. Mereka menunggu kemunculan Sri Paus yang akan menyampaikan Misa Malam Natal di tengah umat Khatolik pada jam 12 malam. Tentunya sambil berdoa dengan khusyuk. Ketika Sri Paus menyampaikan pesan Natalnya, suasana pun terasa khidmat. Apalagi pesan yang disampaikan bertujuan demi kedamaian untuk seluruh umat di dunia.
Usai Misa malam Natal, perayaan dilanjutkan dengan saling memberikan ucapan Natal. Paus sendiri, yang didampingi beberapa Kardinal & tamu penting yang diundang dari berbagai negara ikut menyampaikan selamat Natal. Biasanya, usai Misa malam, akan dilanjutkan pada Misa pagi keesokan harinya di tempat yang sama. Emang sih, perayaan Natal gak selalu dilakukan di lapangan Saint Peter, bisa juga dilakukan di gereja, tergantung dengan kondisi kesehatan Paus & suasana di Vatikan juga. Yang pasti, jika Misa Natal dilakukan di dala gereja, jumlah orang yang bisa ditampung lebih sedikit. Namun, bagi umat yang tetap merayakannya di luar gereja, bisa menyaksikan prosesi melalui layar monitor yang disediakan oleh panitia.
Selain ikut Misa Natal, pengunjung juga bisa masuk ke dalam gereja untuk berdoa. Tentu saja harus ikut ngantri, biasanya antrian ini sangat panjang & menjular hingga ke jalan dekat gereja. Tapi semua tampak antusias mengikutinya. Selain ke gereja, bisa juga berkunjung ke museum & perpustakaan. Jika ingin suasana yang agak santai, kita bisa berkunjung ke toko souvenir, restoran & kafe yang berada dekat dengan pintu masuk ke lapangan Basilika Santo Petrus.